Karawang, sanggabuanamultimedia.web.id - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS yang merupakan aspirasi anggota dewan di Desa Tambak Sari, Kecamatan Tirtajaya, kini menuai keluhan. Sejumlah penerima manfaat menduga harga material yang ditetapkan jauh di atas harga pasaran.
Berdasarkan penelusuran, salah satu item yang disorot adalah harga besi. Besi ukuran 10 yang di pasaran dijual sekitar Rp65.000, dalam daftar BSPS ini disebut dibanderol jauh lebih tinggi.
Hal serupa juga terjadi pada besi ukuran 8, semen, pasir, batu hebel, hingga kusen pintu. Seluruhnya disebut di atas harga umum.
"Mahal semua. Besi 10 di toko Rp65 ribu, di sini jauh di atasnya. Mau protes bagaimana, namanya juga bantuan. Ya ngikutin aja, padahal keberatan," ujar salah satu penerima manfaat yang meminta namanya dirahasiakan, Sabtu (16/8/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pengusung aspirasi dewan maupun ketua kelompok penerima manfaat belum memberikan jawaban. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp belum mendapat respon.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar. Apakah bantuan BSPS yang tujuannya meringankan beban warga, justru memberatkan karena selisih harga material?
Para penerima manfaat mengaku akan mengambil langkah tegas jika dalam waktu dekat tidak ada klarifikasi.
"Kalau masih bungkam, kami akan langsung temui dewan yang memberikan aspirasinya. Kami minta penjelasan, uang rakyat ini jangan main-main," tegas sumber tersebut.
BSPS sendiri merupakan program dari Kementerian PUPR yang disalurkan melalui aspirasi anggota DPRD. Tujuannya untuk membantu warga tidak mampu merenovasi rumah tidak layak huni.
Hingga berita ini naik, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi.

