KARAWANG – Pemandangan tak biasa terlihat di lingkungan SMKN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Di tengah kesibukannya sebagai kepala sekolah, Deni Iskandar, S.Pd., justru terlihat memegang kuas dan cat, mengecat pagar sekolah seorang diri.
Tak ada jarak antara jabatan dan pekerjaan sederhana. Kepala sekolah yang sehari-hari berkutat dengan urusan pendidikan dan manajemen sekolah itu tak segan turun langsung mengerjakan pekerjaan fisik demi membuat lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman.
Saat ditemui jurnalis, Deni tampak serius mengecat pagar halaman sekolah. Ia bekerja tanpa banyak bicara, seolah pekerjaan tersebut merupakan aktivitas biasa yang memang kerap dilakukannya.
Bukan hanya mengecat. Deni juga diketahui sering menyapu, mengepel hingga ikut membersihkan sejumlah bagian lingkungan sekolah.
Kebiasaan tersebut dibenarkan Sahrul, salah seorang sekuriti SMKN 1 Rengasdengklok. Menurutnya, Deni memang kerap turun tangan langsung melakukan pekerjaan kebersihan di sekolah.
“Memang seperti itu, Pak. Dia sering bersih-bersih sendiri ataupun ngepel. Saat ini juga dia lagi ngecat pagar halaman sekolah,” ujar Sahrul.
Bagi Deni, menjadi kepala sekolah bukan berarti harus selalu berada di balik meja atau memberikan instruksi kepada orang lain. Ia memilih mengisi waktu dengan kegiatan yang menurutnya bermanfaat.
Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah, aktivitas fisik tersebut juga dianggapnya sebagai cara sederhana untuk tetap bergerak dan berolahraga.
“Ya daripada diam pusing, lebih baik begini. Sambil olahraga. Saya kan sudah tua, apalagi yang harus dicari,” ungkap Deni.
Sikap tersebut menjadi contoh sederhana tentang bagaimana seorang pemimpin menunjukkan keteladanan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga lewat tindakan.
Di lingkungan sekolah, sosok kepala sekolah yang mau turun langsung mengerjakan pekerjaan sederhana dapat menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
Jabatan boleh tinggi, tetapi bagi Deni Iskandar, turun tangan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat tidak pernah membuatnya kehilangan wibawa.(Yaris).
.jpg)
