-->

Iklan

Di Usia 60 Tahun, Maya Sylvia Persembahkan Kado Terindah: Pameran *Gambar* dan Lukisan Perdana Sang Putra

Selasa, 06 Oktober 2026, 10.56 WIB Last Updated 2026-10-06T05:42:54Z







Jakarta, sanggabuanamultimedia.web.id- Ulang tahun ke-60 Maya Sylvia pada 3 Oktober 2026 terasa begitu berbeda. Jika sebagian orang merayakan pertambahan usia dengan pesta dan kemeriahan, Maya justru memilih menjadikan hari istimewanya sebagai sebuah perayaan cinta seorang ibu kepada anak *nya*.


Bertempat di Hotel Ambhara, Melawai, Jakarta Selatan, Maya menggelar pameran *gambar* dan lukisan perdana putranya, Axel Bryan Otto Pospos, yang lahir pada 1997. 

Pameran tersebut menjadi momen istimewa sekaligus bukti perjalanan panjang Maya dalam mendampingi Axel menemukan bakat dan kepercayaan dirinya melalui seni 'gambar* dan lukis.





Axel merupakan anak berkebutuhan khusus. Sejak kecil, Maya tidak pernah berhenti memberikan dukungan dan kesempatan kepada putranya untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.


Perjuangan itu akhirnya mempertemukan Axel dengan dunia seni *gambar* dan lukis.


"Axel menemukan bakat *gambarnya dari saya. Saya yg pertama kali mengajarkan Axel gambar. Axel meminta saya untuk menggambar berbagai macam alat tranportasi. Dari hanya melihat, akhirnya Axel mencoba menggambar sendiri. Pertama kali dia menggambar di dinding, akhirnya saya kasih kertas bekas kalender harian, setelah itu saya sediakan 1 rim kertas folio. Axel bebas mengambil kertas itu. Dan dia akan menggambar sesuai dengan keinginannya*

Sebagai ibu, saya terus mendukung dan mendampingi dia sejak kecil. *Gambar-gambar Axel saya upload di Facebook, untuk dokumentasi pribadi" ujar Maya

Rumah kontrakan Axel yang berada dekat dengan stasiun Depok Lama membuatnya sejak kecil akrab dengan lalu-lalang kereta api. Kebiasaan menggunakan kereta api dalam perjalanan juga semakin menumbuhkan ketertarikannya terhadap berbagai moda transportasi.




Kereta api kemudian menjadi salah satu objek favorit Axel untuk digambar. Tidak hanya kereta, ketertarikannya terhadap dunia transportasi juga meluas kepada berbagai jenis kendaraan.


Inspirasi tersebut semakin berkembang melalui buku-buku yang dibacanya serta kegemarannya mengoleksi mobil *diecast, hot wheels dan tomica*


Bagi Axel, menggambar bukan sekadar kegiatan mengisi waktu. Melalui *gambar* dan lukisan, ia menemukan cara untuk menuangkan imajinasi, ketertarikan pada dunia yang ia sukai.


Maya pun berharap bakat tersebut dapat terus diasah dan berkembang sehingga suatu hari nanti Axel bisa menjadi pelukis terkenal sesuai dengan cita-cita Axel


"Saya berharap Axel bisa *mencapai cita2nya menjadi pelukis terkenal*. Yang penting dia terus berkarya dan terus semangat dengan bakat yang sudah Tuhan berikan padanya," ungkap Maya.


Dukungan Teman-Teman Jadi Energi Positif


Pameran perdana Axel mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Sejumlah tamu hadir memberikan dukungan, mulai dari saudara, kerabat, sahabat, teman-teman sekolah Maya  teman-teman dari Gereja GKY Kebayoran, rekan-rekan dari Swara *Maharddhika* kelompok tari pimpinan Guruh Sukarno Putra, Teman-teman dari *kelompok Paduan Suara, Swara Jakarta 80's, D'Moments Band, dengan vocalis Lucky Idol* menjadikan suasana hangat terlihat sepanjang acara. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi bukan hanya terhadap karya Axel, tetapi juga terhadap perjuangan Maya yang selama bertahun-tahun dengan sabar mendampingi putranya.


Ada satu hal yang cukup disayangkan dalam acara tersebut. Pejabat dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sebelumnya diundang berhalangan hadir.


Padahal, kehadiran perwakilan KAI sangat dinantikan, karena kereta api memiliki tempat khusus dalam kehidupan dan karya Axel. Kecintaannya terhadap kereta api bahkan menjadi salah satu sumber inspirasi utama dalam lukisan-lukisannya.


Pesan Menyentuh Maya untuk Para Orang Tua


Lebih dari sekadar pameran, momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi Maya untuk menyampaikan pesan kepada para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.


Maya berharap tidak ada orang tua yang merasa malu, minder ataupun kehilangan harapan ketika memiliki anak  *berkebutuhan* khusus.


"Buat *keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, jangan malu, tapi tetap semangat. Anak itu adalah anugerah dari Tuhan. Jangan kecewa*, karena Tuhan pasti punya rencana yang indah *buat anaknya,*" pesan Maya.


Ia percaya setiap anak memiliki kelebihan dan bakat masing-masing. Tugas orang tua adalah menemukan, mendampingi dan memberikan ruang agar bakat tersebut bisa berkembang.


"Tuhan punya kasih yang tidak terbatas, ia memberikan bakat-bakat yang luar biasa buat anak-anak yang berkebutuhan khusus. Saya yakin dan *percaya* Tuhan bisa kasih jalan, supaya anak itu bisa tumbuh berkembang, bisa semangat, bisa mandiri, dan dia bisa membuktikan bahwa dia punya bakat  yang unik, yang spesial dan luar biasa yang Tuhan kasih" lanjutnya.


Hadiah Ulang Tahun yang Tak Ternilai


Pameran perdana Axel akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah pameran seni. Acara tersebut menjadi gambaran perjalanan seorang ibu yang tidak pernah menyerah mencari jalan terbaik bagi anaknya.


Di usia 60 tahun, Maya mendapatkan hadiah yang mungkin jauh lebih berharga dari sekadar pesta ulang tahun: melihat putranya berdiri dengan karya-karyanya sendiri dan memperlihatkan kepada banyak orang bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bersinar.


Bagi Axel, pameran ini mungkin baru merupakan langkah pertama. Namun bagi Maya, langkah kecil tersebut adalah hasil dari perjalanan panjang penuh kesabaran, cinta dan keyakinan.


Dan di antara lukisan-lukisan kereta api yang dibuat Axel, tersimpan sebuah cerita besar tentang seorang ibu yang percaya bahwa setiap anak memiliki jalannya sendiri untuk menemukan cahaya dan menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya mampu *berkarya*. (

Komentar

Tampilkan

  • Di Usia 60 Tahun, Maya Sylvia Persembahkan Kado Terindah: Pameran *Gambar* dan Lukisan Perdana Sang Putra
  • 0

Terkini

Sport