Penyerahan jabatan sebelumnya dari Ketua BPD Ratna Suminar ke Ketua BPD baru H. Maman Sulaeman.
Kegiatan tersebut disaksikan Sekretaris Desa (Sekdes) Ciranggon, Ina Agustina, S.E., dan Tokoh Agama Ustadz Toni, sebagai bagian dari proses pergantian kepengurusan sekaligus memastikan keberlanjutan tugas dan fungsi BPD dalam mendampingi pemerintahan desa.
Sekdes Ciranggon Ina Agustina mengatakan, proses serah terima berjalan lancar. Ia berharap jajaran BPD yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Tadi di desa juga sudah ada acara serah terima jabatan dari BPD lama kepada BPD yang baru,” ujar Ina.
Menurutnya, mayoritas anggota BPD yang baru tergolong masih muda. Kondisi tersebut dinilai menjadi energi positif untuk menghadirkan gagasan baru sekaligus memperkuat peran BPD dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Ia berharap BPD baru dapat menjadi mitra yang baik bagi pemerintah desa dan bersama-sama mendorong pembangunan agar Desa Ciranggon semakin maju serta masyarakat semakin sejahtera.
“Anggota BPD yang baru ini tergolong masih muda. Mudah-mudahan bisa membawa Desa Ciranggon semakin maju, rakyat semakin sejahtera, menjadi mitra yang baik bagi pemerintah desa, dan tentunya bisa menyerap lebih banyak aspirasi masyarakat,” katanya.
Selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan dan anggaran desa, BPD Ciranggon juga diharapkan dapat melanjutkan program sosial yang sebelumnya telah berjalan di tengah masyarakat, salah satunya Dana Sosial Masyarakat atau Dasomas.
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial masyarakat dengan menghimpun iuran sekitar Rp2.000 per minggu. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membantu warga yang mengalami musibah, termasuk warga yang meninggal dunia maupun yang sedang sakit.
Ina menjelaskan, program Dasomas sebelumnya telah berjalan di sejumlah dusun dan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh kepengurusan BPD yang baru.
“Dasomas itu dana sosial masyarakat. Sebelumnya ada dari BPD Dusun 1, Dusun 4, dan Dusun 5. Masyarakat mengumpulkan Rp2.000 setiap minggu, kemudian dana tersebut digunakan untuk membantu warga yang meninggal ataupun yang sakit,” jelasnya.
Sementara itu, untuk program BPD yang baru, pihak desa masih menunggu pembahasan dan gagasan dari kepengurusan baru. Namun, fungsi utama BPD seperti menyerap aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran desa diharapkan tetap menjadi prioritas.
Ina menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara BPD dan pemerintah desa. Menurutnya, kedua lembaga tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan desa.
Ia berharap BPD yang baru dapat membangun komunikasi serta kerja sama yang baik dengan pemerintah desa demi kepentingan masyarakat.
“Harapannya bersama BPD yang baru ini bisa bersama-sama bekerja sama dengan baik dengan pemerintah desa. Intinya harus harmonis,” ungkapnya.
Ia bahkan menggambarkan hubungan BPD dan pemerintah desa layaknya pasangan yang harus saling melengkapi dan menjaga komunikasi agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
Dengan kepengurusan baru yang diisi generasi muda, BPD Ciranggon diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, memperkuat pengawasan, serta semakin aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembangunan Desa Ciranggon. (Yopie Iskandar)
