Karawang, sanggabuanamultimedia – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru - SPMB 2026 di SMAN 1 Tempuran, Kabupaten Karawang, disorot karena dinilai tidak transparan soal anggaran. Pihak sekolah belum membuka rincian dan penggunaan dana operasional SPMB yang saat ini berjalan.
Dugaan tertutupnya informasi ini muncul dari pernyataan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi - PPID sekaligus Humas SMAN 1 Tempuran, Sena. Saat ditemui Wartawan di lobi sekolah, Rabu, 24/6/2026, Sena mengaku tidak tahu besaran anggaran SPMB.
"Soal anggaran SPMB, saya tidak tahu," kata Sena.
Padahal, tahap pertama pendaftaran SPMB sudah selesai dan kini masuk tahap daftar ulang. Pernyataan Sena dinilai janggal karena sebagai PPID, ia seharusnya menjadi sumber informasi utama sekolah.
Sikap ini memicu kecurigaan publik adanya dugaan dana SPMB sengaja ditutupi. Padahal, UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mewajibkan sekolah membuka anggaran yang bersumber dari uang negara.
Meski ada sorotan soal anggaran, Sena menyebut panitia tetap fokus pada kegiatan. Ia mengklaim proses seleksi berjalan aman.
Sena mengakui ada gangguan server dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat saat pendaftaran. Namun, ia tidak merinci dampaknya. “Secara teknis pelaksanaan sukses,” ujarnya.
Hingga kini, pihak SMAN 1 Tempuran belum merilis data resmi terkait total anggaran dan realisasi dana SPMB 2026. Transparansi anggaran menjadi penting karena menyangkut kepercayaan wali murid dan masyarakat.(tim).
