Karawang,sanggabuanamultimedia.web.id – Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar - PIP di sebuah SMK YAYASAN BAITUL SA'DIYAH. Kasus yang terjadi sejak 2024 itu baru terungkap pada 2025 setelah orang tua murid mendatangi pihak sekolah dan menuntut kejelasan pencairan dana.
Hal tersebut tercium oleh ketua Satgas Maung KDM ' Agas Rudi, menurutnya Informasi yang dihimpun, ATM dan buku rekening penerima PIP siswa diduga ditahan di sekolah.
" Praktik itu terungkap saat sejumlah orang tua murid mendatangi SMK dan meminta pencairan dana PIP anak mereka, " ujar Agas Rudi, Selasa (30/6/2026).
Dana Tak Pernah Diterima, lanjut Rudi, itu pengakuan salah satu orang tua murid mengatakan, anaknya terdaftar sebagai penerima PIP sejak 2024. Namun hingga 2025, dana tersebut belum pernah diterima.
“Setelah kami paksa datang ke sekolah, baru terbongkar. Ternyata buku rekening dan ATM-nya ditahan di sekolah,” ujarnya.
Ia menilai penahanan ATM dan buku rekening menyalahi aturan. Seharusnya, kartu dan buku rekening diserahkan kepada siswa atau orang tua sebagai penerima hi manfaat.
Agas Rudi mengatakan, Kemendikdasmen: ATM PIP Dilarang Ditahan Sekolah.
" Juknis PIP Kemendikdasmen, kartu ATM dan buku tabungan PIP merupakan hak siswa. Sekolah dilarang menahan, mengumpulkan, atau mencairkan dana PIP tanpa sepengetahuan penerima, " terang Rudi Agas.
Menurutnya, PIP adalah bantuan tunai pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Tujuannya agar siswa tidak putus sekolah karena masalah biaya.
" Saya minta pihak berwenang turun tangan kami kawal Orang tua murid untuk mendesak Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum memeriksa SMK tersebut. Mereka meminta audit pencairan PIP tahun 2024-2025. agar secepatnya dicek semua. Kalau ada dana yang tidak disalurkan, harus dikembalikan ke siswa,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak SMK YAYASAN BAITUL SA'DIYAH belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah siswa penerima PIP, total dana, dan alasan penahanan ATM.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi Kepala Sekolah SMK YAYASAN BAITUL SA'DIYAHdan bendahara sekolah terkait dugaan tersebut.(red)


