Salah seorang petani, H. Cayum, mengungkapkan bahwa harga gabah saat ini masih berada di kisaran Rp7.700 hingga Rp7.800 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut belum mampu menutupi meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan petani, terutama untuk pengangkutan gabah dari sawah.
Ia menjelaskan, ongkos angkut gabah terus mengalami kenaikan. Pada musim kemarau, biaya pengangkutan bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per karung, sedangkan saat musim hujan dapat meningkat hingga sekitar Rp30.000 per karung karena kondisi lahan yang becek dan sulit dilalui.
Meski demikian, H. Cayum mengaku bersyukur karena produktivitas panen pada musim ini mengalami peningkatan. Dalam satu hektare lahan, hasil panen rata-rata mencapai 6,5 hingga 7 ton gabah, lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan produksi tersebut perlu diimbangi dengan harga gabah yang lebih baik agar petani tetap memiliki semangat untuk bercocok tanam dan mampu menutupi biaya produksi yang terus meningkat.
Selain persoalan harga, para petani juga berharap pemerintah dapat meningkatkan pasokan air irigasi. Menurut mereka, debit air yang mulai berkurang berpotensi memengaruhi musim tanam berikutnya apabila tidak segera mendapat perhatian.
Para petani berharap adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan harga gabah yang lebih menguntungkan serta peningkatan layanan irigasi, sehingga produktivitas pertanian di Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional dapat terus terjaga dan kesejahteraan petani semakin meningkat. (Yopie Iskandar)
