Karawang, sanggabuanamultimedia.web.id - Proyek revitalisasi SMK Minhajul Falah yang berlokasi di Desa karya makmur, Kecamatan Batujaya, menelan anggaran hampir Rp1 miliar diduga dikerjakan asal-asalan. Sejumlah kejanggalan ditemukan di lapangan, mulai dari kualitas material rendah hingga abainya standar Keselamatan Kerja.
Jika dibiarkan, bangunan yang baru direhab ini dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
Pantauan di lokasi, Senin (18/8/2026), komposisi adukan untuk dudukan kusen jendela terlihat tidak memiliki takaran yang jelas. Material yang digunakan juga jauh dari standar.
Semen yang dipakai adalah semen biasa, bukan Semen Tiga Roda yang umum digunakan untuk konstruksi. Sementara pasirnya berwarna kuning, bukan pasir beton yang seharusnya digunakan untuk kekuatan struktur.
"Ini bangunan sekolah. Anggaran hampir 1 miliar, tapi materialnya seperti ini. Bagaimana mau kuat?" ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain soal material, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 juga diabaikan. Pekerja yang sedang merehab lantai 1 dan 2 tidak menggunakan pakaian pengaman sama sekali. Tidak ada helm, rompi, maupun safety belt.
Hal ini jelas melanggar aturan dan membahayakan nyawa pekerja di ketinggian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak pengawas maupun mandor lapangan terkait dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi ini.
Proyek revitalisasi seharusnya menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan aman. Namun jika dikerjakan dengan material murahan, maka anggaran besar hampir Rp1 miliar itu justru berpotensi menjadi pemborosan dan membahayakan siswa di kemudian hari.
Pihak terkait diharapkan segera turun tangan sebelum bangunan ini menjadi "bom waktu". (Tim).

