-->

Iklan

Dari Usia 16 Tahun hingga Mojang Jajaka Jabar 2024, Perjalanan Muhammad Alif Dimas Putra Harumkan Nama Karawang

Sabtu, 26 September 2026, 23.43 WIB Last Updated 2026-09-26T16:43:54Z


Karawang,sanggabuanamultimedia.web.id  — Perjalanan panjang dan penuh tantangan mengantarkan Muhammad Alif Dimas Putra menjadi salah satu putra daerah yang turut membawa nama Kabupaten Karawang ke tingkat Jawa Barat melalui ajang Pasanggiri Mojang Jajaka.

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester 5 tersebut mengenang perjalanan yang dimulainya sejak usia 16 tahun. Saat itu, ia memberanikan diri mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Karawang, meski di tengah rasa gugup dan minder karena usianya masih sangat muda.

Namun, keberanian tersebut justru menjadi titik awal perjalanan yang kemudian membentuk dirinya hingga saat ini.

“Kalau diingat-ingat lagi, perjalanan ini benar-benar sebuah proses yang luar biasa buat saya. Semuanya bermula dari langkah berani saat usia saya baru 16 tahun,” ujar Muhammad Alif Dimas Putra.

Menurut Alif, mengikuti ajang Mojang Jajaka bukan sekadar persoalan penampilan dan kemampuan tampil di atas panggung. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal budaya, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus membangun mental.

Setiap tahapan seleksi di tingkat Kabupaten Karawang, kata dia, memberikan pengalaman dan tantangan tersendiri. Hingga akhirnya, ketika selempang Karawang tersemat di pundaknya, muncul rasa haru sekaligus kebanggaan karena dipercaya membawa nama daerah.

Namun, pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan. Justru dari sana tanggung jawab yang lebih besar dimulai.

Alif dipercaya membawa nama, harapan, serta kebanggaan masyarakat Karawang ke tingkat Jawa Barat melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2024.

Di tingkat provinsi, tantangan yang dihadapi semakin besar. Persiapan harus dilakukan lebih matang, baik secara mental, wawasan, komunikasi maupun kemampuan tampil sebagai representasi daerah.

Dalam perjalanan tersebut, Alif tidak berjuang seorang diri. Ia berpasangan dengan Ratu Tamara, S.Kep., jebolan Horizon University. Keduanya menjadi pasangan yang membawa nama Karawang di ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2024.

Bagi Alif, perjuangan bersama Ratu menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan tersebut.


“Bertanding di tingkat provinsi menuntut persiapan yang jauh lebih matang. Ini bukan lagi tentang individu, melainkan bagaimana saya dan Ratu bisa menyatukan ritme, saling mendukung, dan tampil solid sebagai satu pasangan duta,” tuturnya.

Berbagai proses harus mereka lalui. Mulai dari latihan yang menguras energi hingga persiapan panjang menjelang tampil di panggung Jawa Barat. Bahkan, ketegangan di balik panggung menjadi bagian yang tidak terlupakan.

Meski demikian, seluruh proses tersebut justru memberikan pelajaran penting bagi Alif tentang kerja sama, kedisiplinan, keberanian dan tanggung jawab ketika membawa identitas sebuah daerah.

Bagi dirinya, perjalanan bersama Ratu Tamara demi mengharumkan nama Karawang bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga pengalaman yang mendewasakan.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Alif. Dari seorang remaja berusia 16 tahun yang awalnya diliputi rasa gugup dan minder, ia tumbuh menjadi sosok yang memiliki keberanian untuk tampil, berkomunikasi, mengenal budaya, sekaligus membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.

Kisah Muhammad Alif Dimas Putra menjadi gambaran bahwa keberanian untuk mengambil langkah pertama dapat membuka perjalanan panjang yang penuh pengalaman.

Dari panggung Mojang Jajaka Kabupaten Karawang hingga tingkat Jawa Barat, semangat membawa nama daerah menjadi bagian dari perjalanan yang terus ia kenang hingga saat ini. (Yopie Iskandar)

Komentar

Tampilkan

  • Dari Usia 16 Tahun hingga Mojang Jajaka Jabar 2024, Perjalanan Muhammad Alif Dimas Putra Harumkan Nama Karawang
  • 0

Terkini

Sport