Rengasdengklok, sanggabuanamultimedia.web.id - Gema Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Rengasdengklok tidak sekencang gaungnya. Program pelayanan publik keliling andalan Pemerintah Kabupaten Karawang yang diklaim untuk mendekatkan layanan kepada warga, justru sepi peminat dan terkesan seremonial.
Berdasarkan pantauan Sanggabuana di lokasi, Kamis (16/10), antusiasme warga terlihat sangat minim. Deretan tenda pelayanan yang megah berdiri, namun lengang tanpa antrean.
Bahkan, durasi pelayanannya pun terbilang singkat. Belum genap tengah hari, sejumlah stan sudah tampak mengendurkan aktivitas. Petugas lebih banyak duduk berbincang ketimbang melayani warga.
Ironisnya, stan pelayanan yang seharusnya dipadati masyarakat umum, justru didominasi oleh pegawai itu sendiri.
Seperti terlihat di gerai layanan kesehatan milik RSUD Rengasdengklok. Stan tersebut lebih banyak dipenuhi orang-orang berseragam yang lalu-lalang, bergantian mengecek tekanan darah, ketimbang melayani warga yang datang.
Sejumlah warga yang terlanjur datang pun menyuarakan kekecewaannya. Mereka menilai Gebyar PATEN tidak memberikan kepastian layanan yang cepat dan tuntas.
"Percuma datang jauh-jauh mau ngurus dokumen kependudukan, ternyata tidak bisa langsung jadi hari ini. Ujung-ujungnya tetap disuruh nunggu dan diambil di lain hari," keluh seorang warga Rengasdengklok di lokasi.
Keluhan serupa datang dari warga yang hendak mengurus perizinan. Prosesnya dinilai hanya formalitas. Berkas memang diterima di lokasi, namun penyelesaiannya tetap memakan waktu lama dan tidak bisa rampung di tempat.
Kondisi ini lantas memicu kritik pedas. Program yang digelar bergiliran di 30 kecamatan se-Karawang ini dinilai hanya menjadi agenda rutin tahunan yang menguras anggaran tanpa dampak nyata.
"Sistem pelayanan keliling serentak seperti ini hanya menghabiskan anggaran operasional yang tidak sedikit. Sewa tenda, panggung, konsumsi, perjalanan dinas pegawai, semua butuh biaya besar. Tapi waktunya singkat, belum tengah hari sudah sepi," tegas salah seorang tokoh masyarakat Rengasdengklok.
Menurutnya, alih-alih menggelar acara seremonial, Pemkab Karawang seharusnya fokus membenahi kualitas pelayanan harian.
"Yang harus diperbaiki itu pelayanan di kantor kecamatan dan dinas setiap hari. Bukan bikin acara ramai-ramai tapi sepi warga. Masyarakat butuh pelayanan yang pasti, cepat, dan bisa diakses setiap hari, bukan setahun sekali," tambahnya.
Kini masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan evaluasi total terhadap konsep Gebyar PATEN. Efisiensi anggaran dan percepatan digitalisasi layanan di tingkat desa dan kecamatan dinilai jauh lebih dibutuhkan ketimbang kemeriahan sesaat yang minim manfaat.(red).
