-->

Iklan

Sorotan Tajam: Proyek Ruang Kelas Pos Paud Rp 189,5 Juta Di Pakisjaya Pakai Besi 8,20 MM, Dan pakai Hebel

Jumat, 23 Oktober 2026, 17.08 WIB Last Updated 2026-10-23T10:10:46Z

 




Karawang, sanggabuanamultimedia.web.id - Proyek pembangunan ruang kelas baru di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, senilai Rp 189,5 juta menuai sorotan tajam. Selain menggunakan bata ringan hebel yang dinilai tidak sesuai spesifikasi untuk gedung pendidikan, diameter besi yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar.





Menurut Pengamat kebijakan Pendidikan Joko, Proyek tersebut adalah Pembangunan Ruang Kelas -69847214- Pos PAUD Bahrul Ulum yang berlokasi di Kecamatan Pakisjaya. 


" Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini dikerjakan oleh CV. Bintang Barat Perkasa dengan Nomor Kontrak 000.3/02/SPK.RKB.03.39/SAPR, tertanggal 21 September 2026. Nilai kontraknya sebesar Rp 189.595.000,00 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang, dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, " ujarnya.


Namun,kata Joko, fakta di lapangan berbanding terbalik dengan standar mutu yang seharusnya.


"Pantauan di lokasi, Selasa (22/10), terlihat para pekerja tengah membangun dinding ruang kelas menggunakan bata ringan hebel berwarna putih, bukan bata merah sebagaimana lazimnya standar konstruksi untuk bangunan sekolah dan PAUD yang mengutamakan kekuatan dan ketahanan gempa.


Kejanggalan tidak berhenti di situ. Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong digital (sigmat) terhadap besi tulangan kolom yang terpasang, menunjukkan angka 8,20 milimeter. 


Padahal, untuk struktur utama kolom bangunan pendidikan, standar minimal besi yang digunakan umumnya adalah besi 10 mm atau 12 mm SNI ulir. Penggunaan besi 8,2 mm yang diduga besi banci ini sangat mengkhawatirkan kekuatan struktur bangunan.


"Dinding hebel itu rawan retak kalau untuk gedung sekolah, apalagi kalau adukan tidak maksimal. Ditambah besinya cuma 8,20 mm, ini mau bikin kelas untuk anak-anak PAUD tapi kualitasnya seperti kandang. Ini sangat berbahaya," ujarnya.


Praktik penggunaan material yang diduga tidak sesuai RAB ini berpotensi merugikan keuangan daerah dan membahayakan keselamatan peserta didik.


Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek CV. Bintang Barat Perkasa maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang belum berhasil dimintai keterangan.





Tim redaksi mendesak Inspektorat dan Dinas terkait untuk segera turun melakukan pemeriksaan fisik dan audit mutu terhadap proyek tersebut sebelum dilakukan serah terima pekerjaan.(red).

Komentar

Tampilkan

  • Sorotan Tajam: Proyek Ruang Kelas Pos Paud Rp 189,5 Juta Di Pakisjaya Pakai Besi 8,20 MM, Dan pakai Hebel
  • 0

Terkini

Sport