Yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Hedot, sosok kartunis legendaris dari rubrik Lembergar yang populer di Surat Kabar Pos. Karakter Hedot dikenal luas melalui cerita komedi situasi bersama tokoh lainnya seperti Doyok, Otoy, dan Ali Oncom.
Ketua Panitia sekaligus inisiator kegiatan, Doni Ardon, mengatakan kehadiran Hedot menjadi warna tersendiri dalam momentum silaturahmi insan pers di wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
“Alhamdulillah beliau masih sehat dan bisa hadir di tengah-tengah kita dalam acara Silaturahmi Akbar Insan Pers di Aula Husni Hamid Karawang,” ujar Doni Ardon dalam sambutannya.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan ilustrasi dan karikatur, Hedot tetap mempertahankan cara konvensional dengan menggunakan spidol sebagai alat menggambar.
Dalam kesempatan tersebut, Hedot juga menghadiahkan dua karya karikatur kepada tokoh daerah dan nasional.
Karya pertama berupa karikatur Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang digambarkan sedang digotong para wartawan. Sementara karya kedua menggambarkan anggota DPR RI, H. Jalal Abdul Nasir, tengah memeluk bola dunia bertuliskan “Pers”.
Karikatur tersebut kemudian diserahkan kepada Bupati Karawang melalui CEO Media Lintaskarawang.com, Mr. Kim, dan kepada Jalal Abdul Nasir melalui CEO Media Mitranews.net, Doni Ardon.
Doni menegaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Akbar Pers tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara insan pers, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.
“Alhamdulillah acara dimulai tepat pukul 15.30 WIB dan dihadiri lebih dari 500 insan pers dari berbagai media dan organisasi wartawan,” ungkapnya.
Suasana keakraban tampak jelas sepanjang acara. Para jurnalis saling bertegur sapa, berdiskusi, hingga mengabadikan momen bersama di photobooth yang disediakan panitia dengan menampilkan berbagai logo organisasi pers dan media.
Sementara itu, CEO Lintaskarawang.com, Mr. Kim, menilai kehadiran ratusan wartawan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas insan pers di tiga daerah tersebut.
“Hari ini kita buktikan bahwa insan pers di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta solid dan kompak,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya solidaritas antarwartawan, terutama ketika ada jurnalis yang menghadapi tekanan atau kriminalisasi saat menjalankan tugas jurnalistik.
“Ketika ada salah satu insan pers yang dikriminalisasi atau mendapat perlakuan tidak baik saat melakukan peliputan, maka seluruh insan pers wajib membela,” tegasnya.
Mr. Kim kemudian mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel kebersamaan.
“Salam Satu Pena!” serunya.
“Solid!” jawab ratusan wartawan yang hadir secara serentak.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kampanye pers oleh sejumlah ketua organisasi wartawan yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan, independensi, profesionalisme, dan integritas pers sebagai pilar keempat demokrasi.
“Pers yang solid akan menjadi benteng informasi yang akurat dan berimbang bagi masyarakat,” ujar Mr. Kim.
Kegiatan Silaturahmi Akbar Pers ini juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi wartawan, di antaranya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi dan Karawang, PWI Bekasi Raya, FWJ Indonesia, Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), PWRI, AWDI, Pewarta Indonesia, FSWP, KOJAS, PPRI, IJ, KO-WAPPI, AJIB, APPI, serta sejumlah organisasi lainnya.
Selain itu, dukungan juga datang dari IWO, KWRI, PPWI, Ikatan Jurnalis Purwakarta, AWI, GON, JMPN, AWPI, IJP, dan Media Independen Online (MIO) Indonesia.
Berdasarkan pantauan wartawan, usai kampanye pers kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yayan Sopiyan, S.Ag.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan pembagian 500 paket bingkisan Lebaran bagi para pewarta yang hadir.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib sejak pembukaan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin Paduan Suara Candra Gemilang dari SMAN 5 Karawang, pembacaan sholawat, hingga berakhir sekitar pukul 19.00 WIB dalam suasana aman dan penuh kebersamaan. (Yopie Iskandar)

