Karawang, sanggabuanamultimedia.web.id - minimnya pengawasan di lingkungan SMAN 1 Cibuaya menjadi sorotan setelah terungkap kasus dugaan asusila yang dilakukan oknum guru terhadap siswinya. Perbuatan tersebut diduga telah berlangsung selama sekitar 1,5 tahun tanpa terdeteksi.
Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat sekolah merupakan institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa serta tempat orang tua menitipkan anak untuk mendapatkan pendidikan dan perlindungan.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dan kecewa atas kejadian tersebut. Ia menilai pihak sekolah seharusnya memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terjadi.
“Kami sebagai orang tua tentu merasa cemas. Sekolah harusnya jadi tempat paling aman untuk anak-anak kami,” ujarnya.
Sementara itu, seorang praktisi hukum, Rikal Lesman, SH, MH, menilai kasus ini tetap memiliki unsur pidana yang kuat meskipun diselesaikan secara damai. Ia menegaskan bahwa kasus yang melibatkan anak di bawah umur seharusnya bisa diproses tanpa menunggu laporan dari keluarga.
“Ini bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi menyangkut perlindungan anak. Aparat penegak hukum seharusnya dapat bertindak jika ada bukti yang cukup,” jelasnya.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Cibuaya, Maria Hartini Kartikasari, samapai berita ini diterbitkan terkesan tertutup dan enggan memberikan keterangan. Ketika dihubungi via seluler pun tak meresponnya.
Kasus ini pun memicu keprihatinan publik dan menjadi pengingat pentingnya peningkatan pengawasan serta perlindungan terhadap peserta didik di lingkungan sekolah.(red).
