Jakarta, sanggabuanamultimedia.web.id – Rekata Studio bersama sutradara peraih berbagai penghargaan, Wregas Bhanuteja, resmi menggelar acara Press Conference dan Press Screening film terbaru mereka, Para Perasuk (Levitating), di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan hari ini. Acara ini menandai kepulangan film tersebut ke tanah air setelah menorehkan prestasi gemilang di panggung sinema internasional Selasa (14/4/2026).
Prestasi Internasional & Sambutan Dunia Sebelum menyapa penonton tanah air, Para Perasuk (Levitating) telah mengukir prestasi gemilang di berbagai panggung sinema global. Film ini mencetak sejarah sebagai film Indonesia pertama dalam 13 tahun terakhir yang berhasil menembus program kompetisi utama di salah satu festival film paling bergengsi di Amerika Serikat.
Sundance Film Festival 2026 (Utah, Amerika Serikat):
Melangsungkan World Premiere pada 24 Januari 2026.
Mendapatkan standing ovation (apresiasi tepuk tangan berdiri) yang meriah dari para penonton internasional usai pemutaran perdana.
Terpilih berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition.
Minneapolis Saint Paul International Film Festival (MSPIFF) ke-45:
Berkompetisi dalam program Asian Frontiers dan diputar pada 9 serta 11 April 2026.
Fantaspoa International Film 2026 (Porto Alegre, Brasil):
Terpilih dalam salah satu festival film genre fantasi terbesar di dunia yang berlangsung pada 8–26 April 2026.
Prestasi Lainnya:
Berkompetisi di Miami Film Festival 43 (Marimbas Award) dan MOOOV Film Festival di Belgia.
Sebelum diproduksi, proyek film ini telah memenangkan CJ ENM Award di ajang Asian Project Market, Busan International Film Festival (BIFF) 2024.
Media internasional seperti Screen Daily turut memuji film ini sebagai karya yang "cerdas secara artistik" serta memberikan apresiasi khusus bagi penampilan Anggun C. Sasmi yang dinilai memukau dalam debut layar lebarnya.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkapkan rasa harunya atas sambutan dunia terhadap kisah Desa Latas, sebuah desa fiktif di mana kerasukan roh dirayakan sebagai pesta rakyat.
"Melihat penonton di luar negeri memberikan standing ovation yang begitu panjang adalah momen yang sangat mengharukan. Ternyata isu tentang pencarian identitas dan 'perayaan' dalam kerasukan ini bersifat universal. Mereka bisa merasakan energi dan keindahan yang ingin kami sampaikan. Kini, kami tidak sabar membagikan energi yang sama kepada penonton di rumah sendiri," ujar Wregas.
Film ini juga menjadi sorotan utama karena merupakan debut layar lebar bagi penyanyi internasional, Anggun C. Sasmi. Bergabung dengan deretan aktor berbakat seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo, Anggun mengaku tertantang dengan visi artistik Wregas.
"Visi Wregas sangat kuat. Di film ini, saya tidak hanya berakting, tapi belajar untuk benar-benar 'melepaskan' diri ke dalam karakter yang sangat intens. Melihat respons internasional yang luar biasa, saya sangat bangga bisa membawa karya berani ini kembali ke Indonesia," ungkap Anggun C. Sasmi.
Berikut adalah jajaran tim kreatif di balik produksi film Para Perasuk:
Sutradara & Penulis Skenario: Wregas Bhanuteja
Rekan Penulis Skenario: Alicia Angelina, Defi Mahendra
Produser: Siera Tamihardja, Iman Usman, Amalia Fitriani Rusdi
Produser Pelaksana: Anandita Devitarianti
Penata Sinematografi (DOP): Gunnar Nimpuno, I.C.S.
Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi
Perancang Produksi: Ong Hari Wahyu
Penata Artistik: Edy Wibowo
Penata Musik: Yennu Ariendra
Produksi Original Soundtrack: Lafa Pratomo (diperankan oleh Maudy Ayunda)
Penata Suara: Satrio Budiono
Penata Busana: Fadillah Yunidar
Penata Rias: Jerry Mundung
Penata Efek Visual: Binawan Utama
Penata Peran (Casting Director): Yunita Chun
Pengarah Tari/Koreografer: Siko Setyanto
Rekaman mantra dalam film Para Perasuk dilakukan oleh penyanyi internasional Anggun C. Sasmi, yang juga berperan sebagai Guru Asri dalam film tersebut.
Berikut adalah fakta menarik mengenai proses rekaman mantra tersebut:
Total 20 Mantra: Anggun menciptakan dan membawakan sekitar 20 mantra berbeda untuk mewakili roh berbagai binatang yang muncul dalam ritual di film.
Satu Kali Take: Hebatnya, setiap mantra direkam hanya dalam satu kali pengambilan suara (one take) untuk menjaga kemurnian dan energi organiknya.
Improvisasi Penuh: Proses rekaman dilakukan tanpa lirik maupun notasi. Anggun melakukan improvisasi penuh dengan merespons musik yang digarap oleh music director Yennu Ariendra.
Dipandu Sutradara: Selama sesi rekaman, sutradara Wregas Bhanuteja memandu Anggun dengan memperagakan gerakan atau tarian roh binatang agar Anggun bisa menginterpretasikan energinya ke dalam suara.
Selain mantra yang dibawakan Anggun, film ini juga didukung oleh Maudy Ayunda yang menyanyikan dua lagu original soundtrack (OST) berjudul "Aku yang Engkau Cari" dan "Di Tepi Lamunan". (Bisa lihat postingan saya sebelumnya)
Bagi para pencinta sinema, film drama supranatural ini menjanjikan pengalaman visual dan audio yang intens tanpa mengandalkan elemen horor konvensional seperti jumpscare.
Para Perasuk dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Score 9/10 (Dicky Darwis)

