Karawang, sanggabuanamultimedia.web.id - Janji menghadirkan hunian layak bagi warga miskin melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih sebatas wacana di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Sudah hampir dua bulan berjalan, pembangunan rumah bantuan untuk Dewi, warga RT 011/RW 06, belum juga rampung. Ironisnya, hingga kini Dewi terpaksa menumpang dan tidur di teras rumah tetangga.
Rutilahu sejatinya merupakan intervensi negara untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi. Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Proses pembangunan yang tak kunjung selesai membuat Dewi kehilangan kepastian. Alih-alih segera menempati rumah baru, ia harus berpindah-pindah dan bergantung pada belas kasih warga.
“Saya berharap rumah ini segera selesai, supaya bisa ditempati dan tidak lagi tidur di teras warga,” ujar Dewi dengan nada lirih.
Bagi Dewi, persoalan ini bukan sekadar soal kenyamanan. Ini menyangkut martabat dan hak dasar atas tempat tinggal yang layak sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Program Rutilahu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan. Namun jika pelaksanaannya berlarut-larut, maka tujuan mulia itu justru kehilangan maknanya.
Warga sekitar pun menyayangkan lambannya penyelesaian. Mereka mendesak pihak pelaksana dan Pemerintah Desa Sukamakmur segera turun tangan agar pembangunan tidak mangkrak di tengah jalan.
“Kami paham anggarannya ada, penerima manfaatnya juga jelas. Yang kami tunggu hanya komitmen untuk menuntaskannya,” kata salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun Pemerintah Desa Sukamakmur terkait kendala yang menyebabkan pembangunan tertunda, serta target waktu penyelesaian yang jelas.
Publik kini menunggu. Apakah program ini benar-benar berpihak pada rakyat kecil, atau hanya menjadi seremonial administratif tanpa keberpihakan nyata.
Sebab, setiap hari yang tertunda adalah satu malam lagi Dewi harus tidur bukan di rumahnya sendiri. (Isak)
