Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Ciranggon, Selasa (22/9/2026), diikuti jajaran panitia Pilkades, bakal calon kepala desa, para pendukung, kepala dusun, RT/RW, serta unsur masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Drs. Muhamad Syaefulloh, M.M mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan Pilkades secara digital.
Menurutnya, penerapan Pilkades digital di Karawang telah dikembangkan sejak 2025. Bahkan, konsep tersebut menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain yang tengah mempersiapkan pelaksanaan Pilkades digital.
“Intinya kita ingin mendekatkan dan menginformasikan bagaimana pelaksanaan Pilkades Digital ini. Selain sistemnya, yang paling penting adalah manusianya. Kita harapkan melalui sosialisasi ini masyarakat semakin paham dan mengerti,” ujar Syaiful.
Ia menegaskan, proses digitalisasi Pilkades tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan sistem teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memahami setiap tahapan pemilihan.
Syaiful juga menyampaikan bahwa pencocokan data dan mekanisme sistem menjadi bagian yang diperhatikan untuk menjaga proses pemilihan berjalan sesuai ketentuan.
“Pencocokan data, sistem dan segala macamnya harus dipahami. Tidak ada rekayasa. Kita juga sudah mendapatkan rekomendasi dan menjadi rujukan bagi daerah lain yang akan melaksanakan Pilkades digital,” katanya.
Ia menyebut sejumlah daerah di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat turut mempelajari pola yang diterapkan di Karawang. Beberapa daerah yang disebut tengah mengikuti perkembangan penerapan Pilkades digital antara lain Bekasi, Subang, Sumedang dan Cianjur.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Ciranggon, Wawan Setiawan, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi dan simulasi tersebut.
Wawan mengakui kegiatan sempat mengalami keterlambatan dari jadwal awal, namun seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Walaupun awalnya dijadwalkan pukul 13.00 WIB dan ada sedikit keterlambatan, akhirnya dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Antusiasme masyarakat sangat baik,” kata Wawan.
Menurutnya, banyak pertanyaan yang disampaikan peserta selama kegiatan. Hal tersebut dinilai penting karena menunjukkan masyarakat ingin memahami secara lebih mendalam mekanisme pemilihan kepala desa secara digital.
“Dengan acara ini mereka menjadi lebih terbuka dan mengetahui bagaimana pemilihan secara digital yang sebelumnya belum mereka pahami. Semuanya dijelaskan secara terinci,” ujarnya.
Wawan berharap pemahaman yang diperoleh dalam sosialisasi tidak berhenti pada peserta yang hadir. Para bakal calon dan pendukung, kepala dusun, serta RT diharapkan turut menyampaikan kembali informasi tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Dengan demikian, masyarakat dapat memahami mekanisme Pilkades digital secara utuh dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
“Kami berharap para calon dan pendukung, termasuk kepala dusun dan RT, bisa memberikan gambaran kepada masyarakat tentang proses pemilihan ini. Tujuannya agar masyarakat semakin mengetahui dan tidak terjadi keributan,” katanya.
Wawan juga mengapresiasi seluruh bakal calon kepala desa beserta para pendukung yang dinilai telah ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Ia berharap suasana kondusif tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh tahapan Pilkades Ciranggon selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh bakal calon dan pendukung yang hadir. Sampai saat ini ketertiban dan keamanan tetap terjaga. Semoga kebersamaan seperti ini terus dipertahankan,” pungkasnya.
Sosialisasi dan simulasi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Ciranggon untuk mengenal lebih dekat mekanisme Pilkades digital, sekaligus membangun kesiapan bersama agar pelaksanaan pemilihan kepala desa dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan. (Yopie Iskandar)
