Mengusung tema “Relawan Tangguh, Jiwa Penolong”, Diklatsar tersebut diikuti 37 siswa yang terdiri atas 21 siswa kelas X dan 16 siswa kelas XI. Selain meningkatkan kapasitas anggota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi kepengurusan PMR di lingkungan SMAN 2 Karawang.
Pembina PMR SMAN 2 Karawang, Helmi Listiani, S.Pd., menekankan pentingnya Diklatsar sebagai sarana pengembangan potensi diri sekaligus pembentukan karakter anggota yang siap menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan kemanusiaan.
Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, yakni pengembangan potensi diri, kesiapsiagaan dan ketangguhan, serta penanaman kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk menggali bakat dan kemampuan diri, meningkatkan kesiapan fisik maupun mental, serta menumbuhkan sikap tanggap ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.
Lebih dari sekadar pelatihan dasar, Diklatsar diharapkan mampu membangun kesadaran para anggota bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga menyangkut keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
PMR sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang kepalangmerahan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Karena itu, pembekalan melalui Diklatsar diharapkan menjadi fondasi bagi para siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang disiplin, tangguh, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu menyerap ilmu kepalangmerahan yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat “Relawan Tangguh, Jiwa Penolong” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga tercermin dalam tindakan nyata untuk membantu sesama. (Yopie Iskandar)
