-->

Iklan

PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Lapas Cikarang, Soroti Pembinaan Warga Binaan dan Ketahanan Pangan

Senin, 19 Oktober 2026, 17.51 WIB Last Updated 2026-10-19T10:51:26Z





Kabupaten Bekasi,sanggabuanamultimedia.web.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya melakukan audiensi dan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara insan pers dan jajaran pemasyarakatan sekaligus melihat langsung pelaksanaan program pembinaan warga binaan, ketahanan pangan, dan inovasi pelayanan publik.


Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin bersama jajaran pengurus disambut Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, beserta petugas pemasyarakatan.


Dalam audiensi tersebut, jajaran PWI Bekasi Raya memperoleh pemaparan mengenai berbagai program yang dikembangkan Lapas Kelas IIA Cikarang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, pengetahuan, serta kesiapan kembali ke tengah masyarakat.


Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperluas pemahaman insan pers mengenai pelaksanaan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.


Menurutnya, keterbukaan informasi dari institusi publik menjadi salah satu unsur penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai program dan pelayanan yang dijalankan.


“Kami mengapresiasi sambutan dan keterbukaan jajaran Lapas Kelas IIA Cikarang. Melalui audiensi ini, kami dapat melihat secara langsung berbagai program pembinaan, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, keagamaan, hingga pelatihan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Ade.


*Ketahanan Pangan dan Kemandirian Jadi Perhatian*


Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan PWI Bekasi Raya adalah pemanfaatan lahan seluas kurang lebih lima hektare untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan.


Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak lapas, terdapat sekitar 3.000 ekor ayam petelur dengan produksi mencapai 2.500 butir telur per hari. Kegiatan produktif lainnya meliputi budidaya ikan lele dan patin, pemeliharaan ayam kampung, serta penanaman berbagai jenis sayuran.


Lapas Kelas IIA Cikarang juga mengembangkan pemanfaatan limbah dapur menjadi maggot untuk pakan ikan dan ayam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan limbah sekaligus sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam bidang peternakan dan perikanan.


Bagi PWI Bekasi Raya, program-program tersebut menarik untuk diketahui masyarakat karena memperlihatkan dimensi pembinaan yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga pengembangan keterampilan produktif sebagai bekal setelah bebas.


*Pendidikan, Pesantren, hingga Pelatihan Kerja*


Dalam audiensi itu, pihak lapas turut memaparkan kegiatan rutin warga binaan yang mencakup pembinaan keagamaan, olahraga, kursus bahasa Inggris, serta pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sesuai ketentuan yang berlaku.


Pembinaan keagamaan didukung fasilitas ibadah berupa masjid, gereja, dan wihara. Selain itu, terdapat kegiatan pesantren bagi warga binaan yang mengikuti program tersebut.


Dalam bidang keterampilan, warga binaan dapat mengikuti kegiatan pembuatan tempe, keripik tempe, roti, kerajinan tangan, plakat, dan cendera mata. Pelatihan melinting rokok juga menjadi salah satu kegiatan keterampilan produksi yang diperkenalkan.


Beragam program tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi di lingkungan masyarakat.


Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menjelaskan bahwa pembinaan melalui sektor perikanan, peternakan, pertanian, dan pengolahan limbah merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas warga binaan.


“Melalui kegiatan perikanan, peternakan, pertanian, dan pengolahan limbah, kami berupaya meningkatkan produktivitas serta membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian,” kata Urip saat memberikan keterangan kepada media


*PWI Cermati Pelayanan Publik dan Kondisi Hunian*


Selain program pembinaan, rombongan PWI Bekasi Raya mendapatkan penjelasan mengenai Lalakon, layanan berbasis situs web yang mempermudah masyarakat melakukan pendaftaran kunjungan secara daring.


Data pengunjung akan diverifikasi oleh petugas, sementara pelayanan manual tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami kendala menggunakan teknologi digital.


Dalam kesempatan tersebut, pihak lapas juga menyampaikan data jumlah penghuni dan kapasitas hunian. Jumlah warga binaan tercatat sebanyak 1.472 orang, sedangkan kapasitas yang tersedia sebanyak 1.130 orang. Dengan demikian, jumlah penghuni melampaui kapasitas sebanyak 342 orang.


Adapun jumlah pegawai yang mendukung pelaksanaan tugas pengamanan, pelayanan, administrasi, dan pembinaan tercatat sebanyak 131 orang.


Informasi mengenai kapasitas hunian tersebut menjadi bagian penting dari gambaran kondisi penyelenggaraan pemasyarakatan, di samping berbagai program pembinaan dan pelayanan yang dijalankan.


*Audiensi sebagai Ruang Komunikasi dan Keterbukaan Informasi*


Ade Muksin menegaskan bahwa hubungan antara pers dan lembaga publik perlu dibangun melalui komunikasi yang profesional, keterbukaan informasi, serta penghormatan terhadap ketentuan yang berlaku.


Menurutnya, insan pers memiliki peran untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Kami berharap komunikasi dan sinergi yang baik ini dapat terus terjaga. Pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta. Karena itu, keterbukaan informasi dari lembaga publik menjadi hal yang penting,” ujarnya.


Ia juga berharap program pembinaan di Lapas Kelas IIA Cikarang dapat terus dikembangkan sehingga warga binaan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, dan pengalaman produktif.


Audiensi tersebut menjadi kesempatan bagi PWI Bekasi Raya untuk mengenal lebih dekat pelaksanaan pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIA Cikarang. 


Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai upaya pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke kehidupan bermasyarakat.

Komentar

Tampilkan

  • PWI Bekasi Raya Audiensi dengan Lapas Cikarang, Soroti Pembinaan Warga Binaan dan Ketahanan Pangan
  • 0

Terkini

Sport