Yogyakarta, Sanggabuanamultimedia.web.id – Kebersamaan, nostalgia, dan keseruan menjelajahi destinasi wisata menjadi warna utama perjalanan 27 anggota Komunitas Silverian bersama teman-teman dalam kegiatan #SilverianTrip ke Yogyakarta. Berangkat menggunakan kereta api dengan harga tiket hanya Rp74 ribu, rombongan ini membuktikan bahwa liburan berkesan tidak harus mahal, apalagi jika dijalani bersama teman-teman seangkatan.
Silverian merupakan komunitas yang beranggotakan mereka yang lulus SMA atau sederajat pada 1986. Meski telah puluhan tahun berlalu sejak masa sekolah, komunikasi tetap terjalin melalui Facebook dan grup WhatsApp. Peserta perjalanan kali ini datang dari berbagai daerah, termasuk Medan dan Taiwan. Seorang peserta berangkat dari Bandung dan bertemu rombongan di Yogyakarta.
Perjalanan Kereta Api dan Malam Pertama di Yogya
Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Kamis pukul 08.55 WIB. Setelah menempuh perjalanan panjang, rombongan tiba di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pukul 17.10 WIB.
Setibanya di Yogyakarta, rombongan dijemput oleh Kang Acep (ATour aja) yang mengoordinasikan transportasi selama perjalanan. Agenda pertama adalah makan malam bersama di Pendopo Gudeg Mbok Mandeg, sebelum menuju Hotel Indies Style Malioboro untuk beristirahat dan merapikan barang bawaan.
Namun, semangat jalan-jalan ternyata belum surut. Setelah beres-beres, rombongan kembali berkumpul untuk menikmati suasana malam di Silol Kopi & Eatery. Pukul 23.00 WIB, rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat dan bersiap menghadapi petualangan esok hari.
Hari Kedua: Pantai, Panggung Musik, dan Wisata Kuliner
Hari kedua #SilverianTrip dimulai dengan cerita unik. Beberapa peserta bahkan sudah keluar sejak subuh untuk menjelajahi Pasar Ngasem yang berjarak sekitar dua kilometer dari hotel. Setelah sarapan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Drini dan On The Rock yang berada dalam satu kawasan wisata.
Perjalanan dilanjutkan dengan makan siang di Doeloe Garden, Gunungkidul, sebelum menuju Obelix Sea View. Karena bus tidak dapat mencapai lokasi, rombongan harus melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle berupa mobil Avanza dan Innova.
Ada kejutan menyenangkan ketika berkat lobi dengan pemandu wisata, rombongan mendapat kesempatan masuk ke area Obelix Sea View secara gratis. Padahal, harga tiket yang seharusnya dibayar mencapai Rp50 ribu per orang.
Suasana pun semakin meriah. Lismaini dan Babang sempat menyumbangkan suara mereka, disusul aksi joget bersama di atas panggung. Momen spontan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kali ini.
Malam harinya, rombongan makan di The Memories Cafe & Hangout, Parangtritis, sebelum kembali ke kawasan Malioboro untuk berjalan-jalan, mencicipi wedang ronde, dan mampir ke Malio Gelato.
Keseruan belum berakhir. Salah seorang peserta mentraktir rombongan sehingga mereka kembali menikmati kuliner malam di Gudeg Permata Bu Narti dan menyantap mi godog khas Yogyakarta. Meski sudah beberapa kali makan, kebahagiaan menikmati hidangan bersama teman-teman membuat malam itu terasa semakin istimewa.
Hari Ketiga: Berbusana Adat, Berburu Oleh-Oleh, dan Menutup Perjalanan
Memasuki hari ketiga, rombongan telah menyiapkan agenda mengenakan pakaian adat Jawa. Sejak malam sebelumnya, peserta sudah mengirimkan daftar nama dan ukuran pakaian kepada pihak travel untuk diteruskan kepada vendor.
Setelah sarapan, vendor datang langsung ke hotel untuk membantu peserta mengenakan pakaian adat di kamar masing-masing. Cara ini membuat rombongan lebih nyaman karena tidak perlu berpanas-panasan saat berganti pakaian di kawasan Malioboro.
Dengan busana adat, peserta kemudian diantar menuju kawasan Malioboro melalui area parkir Novotel Suites Yogyakarta. Mereka berfoto di sekitar gedung DPRD sebelum kembali ke parkiran dan diantar lagi ke hotel untuk berganti pakaian.
Petualangan berlanjut ke Pasar Beringharjo. Di sana, rombongan menyempatkan diri mencicipi pecel dengan bunga turi, sajian unik yang memberikan pengalaman kuliner tersendiri. Setelah itu, mereka berbelanja oleh-oleh di Bakpia–Batik Wong Jogja, lalu menikmati makan siang di Bakpia Kenes Premium yang memiliki banyak spot menarik untuk berfoto.
Agenda yang semula direncanakan menuju Lava Tour Merapi terpaksa diubah karena hujan. Sebagai gantinya, rombongan mengunjungi HeHa Forest. Malam hari, perjalanan ditutup dengan makan bersama di Dalem Linggaran Resto, kawasan Prambanan, yang juga menghadirkan hiburan musik.
Usai makan malam, rombongan diantar menuju Stasiun Lempuyangan untuk kembali ke Jakarta. Pada Minggu pagi pukul 07.28 WIB, beberapa peserta turun di Stasiun Jatinegara, sebagian lainnya di Stasiun Bekasi, sementara sisanya melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Pasar Senen.
Lebih dari Sekadar Jalan-Jalan
Bagi Komunitas Silverian, perjalanan ini bukan sekadar mengunjungi tempat wisata, berburu foto, atau menikmati kuliner khas Yogyakarta. Lebih dari itu, #SilverianTrip menjadi kesempatan untuk mempererat persahabatan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
Tawa di perjalanan, nyanyian di panggung, foto bersama dengan busana adat, hingga makan berkali-kali karena traktiran teman menjadi cerita yang akan dikenang bersama. Perbedaan kota tempat tinggal dan kesibukan masing-masing tidak menghalangi mereka untuk kembali berkumpul dan menikmati waktu bersama.
Perjalanan ini dikoordinasikan oleh pengurus Silverian, yakni Lismaini, Babang, Dicky, Anind, dan Eñdah Theaa. Para peserta yang turut meramaikan perjalanan adalah Kartika Dewi dari Taiwan, Nova Amdan, Hj. Vellyna, Osi, Shinta Lubis, Emy bersama putrinya Tanti, Susiana, Wati Ronggo, Yeni Sumantri, Eka, Gondes, Sulatifah, Mimih, Ria Indrawati, Lili Aritama, Betty, Diani, Yoshi, Lailasari, Yeni Lubis atau Opung dari Medan, Marni, dan Ratna Ria. Di Yogyakarta, rombongan juga bergabung dengan Pingkan dan dr. Soni dari Solo.
Melalui perjalanan ini, Silverian kembali membuktikan bahwa persahabatan tidak mengenal jarak maupun usia. Selama masih ada waktu untuk berkumpul, selalu ada cerita baru untuk dibagikan dan kenangan indah untuk diciptakan.
Bagi yang ingin melihat keseruan perjalanan mereka, foto-foto #SilverianTrip dapat ditemukan melalui pencarian tagar #SilverianTrip di media sosial. (Dicky Darwis)


