Dalam sambutannya, H. Amat mengawali dengan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Minggon Kecamatan yang dinilainya sangat lengkap. Seluruh unsur Muspika, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk adanya perhatian terhadap sektor perpajakan yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Hari ini saya melihat Minggon Kecamatan ini sangat luar biasa, lengkap unsur-unsurnya, solid, dan ada kepedulian bersama terhadap pajak. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Amat menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat waspada terhadap paham-paham yang berpotensi memecah belah persatuan dan keharmonisan umat.
“Kita berharap keberkahan dari bulan Rajab, Sya’ban hingga Ramadan. Namun di saat yang sama, kita juga perlu mewaspadai adanya paham-paham yang dapat mengadu domba kerukunan kita, terlebih di bulan suci Ramadan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pemeluk agama yang diakui pemerintah untuk bergandengan tangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menanamkan sikap moderat dan toleran antar sesama anak bangsa.
Selain itu, H. Amat menyinggung kebiasaan di Kabupaten Karawang menjelang Ramadan, di mana Pemerintah Daerah kerap memberikan perhatian berupa insentif kepada para pegiat keagamaan, seperti guru ngaji, guru madrasah, marbot, dan pihak-pihak yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan masjid dan kegiatan keagamaan.
Menutup sambutannya, H. Amat mengajak masyarakat Kecamatan Majalaya untuk mengedepankan nilai persaudaraan dan kearifan lokal dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. Jika ada persoalan, selesaikanlah terlebih dahulu secara kekeluargaan. Jangan langsung memviralkan atau membawa ke ranah hukum selama masih bisa dicari solusi terbaik,” pungkasnya.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat sinergi antar unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah Majalaya, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (Yopie Iskandar)

