Ratusan warga Desa Pasirmulya tampak antusias menghadiri kegiatan keagamaan tersebut. Selain sebagai momentum spiritual untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, acara ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial Pemerintah Desa terhadap anak-anak yatim piatu di wilayahnya.Sebanyak 50 anak yatim piatu menerima santunan secara langsung dari Pemerintah Desa Pasirmulya.
Wajah-wajah bahagia terpancar dari para penerima santunan, yang disambut dengan doa dan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak, dan berprestasi.
Kepala Desa Pasirmulya, Adnan Maulana, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen dan tanggung jawab moral pemerintah desa terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu.
“Peringatan Isra Mi’raj ini kami jadikan momentum untuk meneladani nilai-nilai Rasulullah SAW, salah satunya adalah kepedulian terhadap sesama. Santunan kepada 50 anak yatim piatu ini merupakan bentuk kasih sayang dan perhatian Pemdes Pasirmulya agar mereka tetap merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri,” ujar Adnan Maulana.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin membangun Desa Pasirmulya tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial dan spiritual. Anak-anak yatim piatu adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Acara peringatan Isra Mi’raj 1447 H tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah keagamaan, doa bersama, hingga penyerahan santunan secara simbolis.
Masyarakat yang hadir mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Pasirmulya yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan keagamaan sekaligus sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antarwarga.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Desa Pasirmulya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan, tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan sosial bagi seluruh warganya. (Yopie Iskandar)
