Karawang , sanggabuanamultimedia.web.id – TPS3R Kondangjaya yang seharusnya menjadi solusi pengelolaan sampah warga kini justru menjadi sumber persoalan baru. Fasilitas yang dibangun untuk menjalankan konsep Reduce, Reuse, Recycle itu diduga tidak berfungsi sebagaimana tugas pokok dan fungsinya.
Seperti dikatakan Agas Rudi Ketua DPP Satgas Maung KDM, Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah tidak terurai dan dibiarkan menggunung. Tidak terlihat adanya proses pemilahan maupun pengolahan.
" Sampah bercampur menjadi satu, membusuk, dan mengeluarkan bau menyengat yang menusuk hingga ke permukiman warga," ucapnya Agas Rudi.
Ironisnya, lanjut dia, TPS3R yang digadang-gadang sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis masyarakat kini terkesan mati suri. Alih-alih menjadi pusat pengolahan, lokasi tersebut justru berubah menjadi titik penumpukan sampah yang tak terkendali.
" Warga sekitar mengaku resah dan terganggu. Bau busuk semakin terasa saat cuaca panas, bahkan dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan serta mencemari lingkungan sekitar, " lanjutnya.
Dikatakanya, kalau hanya menumpuk tanpa diolah, ini bukan TPS3R, tapi tempat pembuangan liar berkedok program.
" Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengelolaan, pengawasan, serta tanggung jawab pihak yang berwenang. Program yang seharusnya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) justru tidak memberikan dampak nyata di tingkat desa.
Masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas agar TPS3R Kondangjaya benar-benar difungsikan sesuai tujuan awal.
"Jika dibiarkan berlarut, bukan hanya citra program yang tercoreng, tetapi juga kesehatan dan kenyamanan warga yang menjadi taruhan.(Red).
