Karawang, sanggabuana.web.id - Proyek pembangunan jaringan irigasi P3A-TGAI Sri Makmur, Desa Karya Makmur, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Temuan di lapangan menunjukkan pengerjaan asal jadi dan berpotensi merugikan para petani. Hal tersebut menjadi sorotan tajam di berbagai ilemen Masyarakat.
Pantauan di lokasi, kondisi saluran masih tergenang air dan berlumpur. Padahal pemasangan batu kali seharusnya dilakukan dalam kondisi kering agar pondasi kuat.
Ironisnya, lumpur dasar saluran tidak dikeruk dan pasangan batu tidak menggunakan adukan semen. Secara kasat mata lebar pondasi juga tidak sesuai gambar rencana.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bangunan tidak akan bertahan lama dan mudah jebol saat musim hujan.
Saat dikonfirmasi via seluler, Ketua P3A Sri Makmur berdalih air sengaja tidak dibuang. Alasannya, air digunakan untuk mengangkut material karena jarak ke lokasi cukup jauh.
“Kalau mau pasang batu kali memang harus dikeringkan dulu,” ujarnya.
Dalih tersebut justru memperkuat dugaan lemahnya pengawasan. Alih-alih memastikan kualitas, pelaksana justru mengorbankan standar demi efisiensi.
Para petani berharap Dinas terkait segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menuntut agar proyek benar-benar dikerjakan sesuai RAB dan spek, bukan sekadar habiskan anggaran.
Sebab jika dibiarkan, saluran yang baru dibangun ini dikhawatirkan ambyar sebelum bisa dirasakan manfaatnya. (red).
