Karawang, http://sanggabuanamultimedia.web.id* – Proses penerimaan siswa baru di MTs Mursidul Falah, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, memicu polemik. Sejumlah orang tua siswa mengeluh adanya dugaan pengondisian jual beli seragam dan penarikan dana pembangunan dengan nominal besar.
Informasi yang dihimpun, setiap orang tua dibebankan biaya Rp1.300.000. Rinciannya untuk paket seragam batik, seragam olahraga, dan iuran pembangunan.
“Nominal segitu memberatkan. Kami tidak diberi pilihan lain, harus beli paketnya di sekolah,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis (4/9/2026).
Bagi sebagian orang tua, angka Rp1,3 juta bukan jumlah kecil. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Mereka mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut. Sebab selain untuk seragam, ada pula pos dana pembangunan yang ditarik bersamaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MTs Mursidul Falah belum memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme penarikan dan pengadaan seragam tersebut.
Para orang tua berharap Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang turun tangan. Mereka meminta ada evaluasi agar proses penerimaan siswa baru tidak membebani masyarakat.
“Kami hanya ingin pendidikan anak berjalan. Tapi jangan sampai orang tua dipaksa dengan biaya yang tidak masuk akal,” pungkasnya.
Polemik ini menjadi catatan tersendiri menjelang tahun ajaran baru. Publik menunggu itikad baik sekolah untuk membuka akses informasi dan memberi solusi yang adil bagi wali murid. (Yaris)
