Menariknya, fashion show menjadi pengalaman pertama bagi Ayu setelah selama ini lebih dikenal sebagai siswi yang aktif menekuni seni tari.
Pelatih Tari SMPN 3 Karawang Barat, Ardi Lukito, S.Pd., menjelaskan, keikutsertaan Ayu dalam fashion show berawal dari ketentuan lomba tari yang hanya memperbolehkan tujuh peserta.
Karena terdapat satu anggota kelompok yang tidak dapat masuk dalam tim tari, Ardi kemudian mengarahkan Ayu untuk mengikuti kategori fashion show yang digelar dalam event yang sama. Dengan demikian, seluruh anggota tetap dapat berpartisipasi.
“Untuk tari ada tujuh orang, otomatis ada satu orang yang tidak terlibat. Maka saya alihkan ke lomba yang lain, yaitu fashion show. Jadi delapan orang ini semuanya tetap bisa ikut,” ujar Ardi.
Keputusan tersebut awalnya hanya sebagai alternatif agar seluruh siswa dapat berpartisipasi. Bahkan, menurut Ardi, Ayu sama sekali tidak memiliki dasar atau pengalaman di dunia fashion show.
Namun, kegigihan Ayu dan bimbingan yang diberikan Ardi membuat penampilan perdana tersebut berbuah prestasi.
“Untuk fashion show ini sebenarnya ajang pertama yang diikuti anak saya. Tidak ada basic fashion show, catwalk, maupun modeling sama sekali. Tetapi dengan kegigihannya dan saya latih dengan ilmu yang saya punya tentang fashion show, alhamdulillah bisa meraih Juara 2,” ungkapnya.
Ardi mengaku sempat kehilangan harapan saat pengumuman pemenang berlangsung. Ketika nama Ayu tidak disebut hingga posisi Juara 3, ia mengira perjuangan anak didiknya harus berakhir tanpa gelar.
Namun, kejutan justru terjadi ketika nama Ayu diumumkan sebagai Juara 2.
“Ketika namanya tidak disebut sampai Juara 3, ya sudah, saya pikir harapannya sudah habis. Ternyata disebut Juara 2. Itu sangat membanggakan dan benar-benar tidak menyangka,” kata Ardi.
Melihat potensi yang dimiliki Ayu, Ardi pun membuka peluang agar anak didiknya tersebut kembali mengikuti berbagai kompetisi modeling atau fashion show di masa mendatang.
Menurutnya, Ayu telah memiliki modal dasar yang cukup baik. Tinggal meningkatkan kemampuan melalui latihan dan pengalaman di berbagai ajang.
“Basic-nya bagus. Modal utamanya modeling juga sudah ada, tinggal dilatih lagi. Kalau ada event modeling lainnya, bisa diikutsertakan kembali. Mudah-mudahan ada rezekinya di event berikutnya,” tuturnya.
Bagi Ayu, kemenangan tersebut terasa istimewa. Sebab, selama ini dirinya lebih banyak berkecimpung di dunia seni tari. Bahkan, Ayu mengaku telah belajar tari sejak duduk di kelas 1 SD.
Ia mulai tertarik menari karena sejak kecil sering melihat anak-anak lain tampil menari. Ketertarikan itu kemudian membawanya bergabung dengan sanggar dan terus mengembangkan kemampuan hingga sekarang.
“Saya senang dan bangga. Ini kan baru pertama kali ikut fashion show dan saya juga tidak punya bakat khusus di fashion show. Awalnya saya anak tari, tiba-tiba ikut fashion show dan langsung menang. Bangga banget, apalagi bisa mewakili nama sekolah,” ujar Ayu.
Meski sukses di bidang fashion show, Ayu tidak ingin meninggalkan dunia tari yang sudah ditekuninya sejak kecil. Jika ada kompetisi fashion show, ia siap tampil. Begitu pula ketika ada perlombaan tari.
“Balance. Kalau ada event fashion, saya ikut. Kalau ada tari, saya ikut tari juga,” katanya.
Prestasi tersebut juga disambut bangga oleh kedua orang tua Ayu. Mereka tidak menyangka putrinya yang selama ini dikenal sebagai penari mampu meraih prestasi pada bidang yang baru pertama kali dicobanya.
Ke depan, Ayu berharap dapat terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di berbagai bidang, tidak hanya tari dan fashion show.
“Semoga bisa lebih berprestasi lagi di bidang lainnya, tidak cuma di fashion dan tari,” harapnya.
Kisah Ayu menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dapat membuka peluang prestasi. Dari panggung tari, ia mencoba melangkah ke dunia modeling dan langsung membawa pulang gelar juara pada penampilan perdananya. (M. Hadi)
