Teh Alya datang ke lokasi pendaftaran dengan berjalan kaki bersama ribuan pendukung. Iring-iringan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga kaum perempuan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang perjalanan. Mereka berjalan bersama menuju lokasi pendaftaran sambil menunjukkan kekompakan dan dukungan kepada Teh Alya.
Bagi Teh Alya, besarnya dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus bagian dari proses demokrasi di tingkat desa.
“Ini merupakan bagian dari proses kedewasaan demokrasi. Kita berharap pendaftaran bakal calon kita hari ini tidak ada kendala dan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujar Alya.
Usai menyelesaikan proses pendaftaran, Teh Alya kemudian menyapa para pendukung yang telah mengantarnya. Ia mengaku terharu melihat kebersamaan dan kekompakan warga Desa Bengle.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar saya yang telah bersatu padu, meluangkan waktu dan tenaganya,” tuturnya.
Di tengah tingginya antusiasme warga, Teh Alya juga mengajak seluruh tim dan pendukungnya untuk tetap menjaga keamanan serta kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah atau merenggangkan hubungan persaudaraan.
“Saya berpesan kepada seluruh tim dan keluarga besar di Desa Bengle untuk senantiasa mengedepankan terciptanya suasana Bengle yang aman, nyaman, dan damai,” katanya.
Iring-iringan ribuan warga mengantar pendaftaran Teh Alya menjadi salah satu gambaran tingginya perhatian masyarakat terhadap pesta demokrasi Desa Bengle.
Kini, tahapan Pilkades Bengle 2026 resmi memasuki babak baru, dengan harapan seluruh proses demokrasi dapat berjalan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan. (Bewok Naga)
