-->

Iklan

Kursus Esperanto 2026 Dibuka Gratis, Bahasa Internasional Ini Ternyata Telah Hadir di Indonesia Sejak 1902

Selasa, 08 September 2026, 16.57 WIB Last Updated 2026-09-08T10:27:35Z

 





Jakarta, Sanggabuana.web.od -, 8 September 2026 — Masyarakat Indonesia dan siapa pun yang menggunakan bahasa Indonesia kini memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa Esperanto secara gratis, daring, sistematis, dan terarah melalui Kursus Esperanto 2026, yang akan dimulai pada 20 September 2026.


Kursus ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan oleh Universala Esperanto-Asocio (UEA/Asosiasi Esperanto Universal) bekerja sama dengan Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA) serta organisasi Esperanto di Kolombia dan Meksiko.


Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin orang Indonesia dan pengguna bahasa Indonesia untuk mengenal dan mempelajari Esperanto secara praktis, sekaligus memperkenalkan komunitas internasional yang telah berkembang di sekitar bahasa tersebut selama lebih dari satu abad.


Esperanto: bahasa internasional yang lahir pada abad ke-19

Esperanto adalah bahasa buatan internasional yang diciptakan oleh Dr. L.L Zamenhof pada dekade 1880-an. Bahasa ini dikembangkan sebagai sarana komunikasi internasional bagi orang-orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.


Kosakata Esperanto banyak mengambil akar dari rumpun bahasa Roman dan Germanik, sehingga bahasa tersebut memiliki sistem pembentukan kata yang memungkinkan pembelajar mengembangkan kosakata secara sistematis.


Perkembangan Esperanto kemudian melahirkan komunitas internasional yang aktif dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebudayaan, sains, penerbitan, pertemuan internasional dan sebagainya.


Salah satu kegiatan internasional utama komunitas Esperanto adalah Kongres Esperanto Universal, yang telah diselenggarakan secara berkala sejak 1905 dan menjadi ajang pertemuan para penutur Esperanto dari berbagai negara.


Menurut informasi yang tercantum pada organisasi induknya, UEA, anggota organisasi tersebut saat ini berasal dari 112 negara. Angka tersebut merujuk pada negara asal anggota UEA dan bukan jumlah seluruh negara tempat penutur Esperanto berada.

Memiliki hubungan sejarah dengan UNESCO

Esperanto juga memiliki sejarah hubungan dengan UNESCO.

Pada Konferensi Umum UNESCO tahun 1954 di Montevideo, UNESCO mengadopsi resolusi mengenai Esperanto. Resolusi tersebut mengakui hasil yang telah dicapai melalui penggunaan Esperanto dalam hubungan intelektual internasional dan pendekatan antarmasyarakat serta mencatat kesesuaian tujuan gerakan Esperanto dengan cita-cita UNESCO.


Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan resmi antara UNESCO dan UEA. Dalam dokumen UNESCO, Esperanto kembali disebut dalam konteks hubungan dan kerja sama internasional pada tahun-tahun berikutnya.


Pada Konferensi Umum UNESCO tahun 1985, UNESCO kembali mengadopsi resolusi yang berkaitan dengan Esperanto. Resolusi tersebut mendorong negara-negara anggota dan organisasi internasional untuk mendukung pengajaran Esperanto di sekolah serta penggunaannya dalam hubungan internasional.


Dengan demikian, istilah yang lebih tepat bukan bahwa Esperanto merupakan “bahasa resmi UNESCO”, melainkan bahwa UNESCO telah mengadopsi resolusi yang mengakui nilai dan peran Esperanto dalam konteks komunikasi serta hubungan internasional.


Esperanto ternyata telah hadir di Indonesia sejak 1902

Salah satu fakta menarik mengenai sejarah Esperanto adalah keberadaannya di Indonesia yang ternyata telah berlangsung sejak awal abad ke-20.


Berdasarkan penelitian dan penelusuran Heidi Goes, seorang esperantis asal Belgia, keberadaan Esperanto di Indonesia dapat ditelusuri hingga tahun 1902.


Penelitian tersebut terdokumentasi dalam buku Movadaj insuletoj: Vivo kaj agado de esperantistoj en Indonezio, karya Heidi Goes yang diterbitkan oleh UEA pada 2018. Katalog UEA menyebut buku setebal 287 halaman tersebut sebagai kajian yang terdokumentasi mengenai kegiatan Esperanto di kepulauan Indonesia.


Buku tersebut membahas sejarah gerakan Esperanto di Indonesia, termasuk biografi para esperantis, berbagai publikasi dan buku pembelajaran Esperanto yang pernah diterbitkan di Indonesia, serta perkembangan pengajaran Esperanto di sekolah, radio, dan media lainnya.


Artinya, jika tahun 1902 digunakan sebagai titik awal yang ditemukan dalam penelitian tersebut, maka sejarah Esperanto di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari 120 tahun.


Lebih dari satu abad kemudian, Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA) terus memperkenalkan Esperanto kepada masyarakat Indonesia melalui kegiatan pembelajaran, informasi, dan hubungan dengan komunitas Esperanto internasional.


Dipelajari di berbagai institusi dan memiliki komunitas internasional

Perkembangan Esperanto tidak hanya berlangsung melalui komunitas penutur. Menurut informasi yang dihimpun IEA, Esperanto juga pernah diajarkan di sejumlah institusi pendidikan tinggi, antara lain Adam Mickiewicz University, Principia College, dan The San Marino Academy of Science.


Di Jerman terdapat Herzberg am Harz, sebuah kota yang memiliki hubungan erat dengan gerakan Esperanto dan dikenal sebagai Esperanto-Stadt atau Kota Esperanto.


Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Esperanto tidak hanya merupakan sebuah bahasa yang diciptakan pada akhir abad ke-19, tetapi telah berkembang menjadi komunitas internasional dengan kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan komunikasi lintas negara.


Membuka kesempatan belajar Esperanto bagi masyarakat Indonesia


Menurut Ilia Sumilfia Dewi, pengurus Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA), Kursus Esperanto 2026 dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengenal Esperanto tetapi belum mengetahui bagaimana memulainya.


“Kami ingin memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin orang Indonesia dan orang yang menggunakan bahasa Indonesia untuk belajar Esperanto secara sistematis, terarah, dan praktis. Karena kursus ini sepenuhnya gratis dan dilaksanakan secara daring, kami berharap lebih banyak orang dapat mengenal Esperanto dan merasakan manfaat mempelajarinya.”


Menurut IEA, mempelajari Esperanto bukan hanya tentang menguasai sebuah bahasa, tetapi juga dapat membuka kesempatan untuk berkomunikasi dan membangun persahabatan dengan orang-orang dari berbagai negara dan latar belakang budaya.


Melalui format daring, Kursus Esperanto 2026 diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas tanpa dibatasi oleh jarak dan lokasi.


Kursus dimulai 20 September 2026

Kursus Esperanto 2026 akan dimulai pada 20 September 2026 secara daring. Kursus ini terbuka untuk umum dan 100 persen gratis.

Masyarakat yang tertarik mengikuti kursus dapat memperoleh informasi lengkap dan melakukan pendaftaran melalui:


esperantokurso.com/id


Tentang Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA)


Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA) merupakan organisasi yang berperan dalam memperkenalkan dan mengembangkan bahasa Esperanto di Indonesia serta membangun hubungan dengan komunitas Esperanto internasional.


Kontak Media:

Ilia Sumilfia Dewi

Asosiasi Esperanto Indonesia (IEA)

Email: iea@esperanto.or.id

WhatsApp: 0811-177-3387


Informasi dan pendaftaran:

esperantokurso.com/id

.....(Dicky Darwi)

Komentar

Tampilkan

  • Kursus Esperanto 2026 Dibuka Gratis, Bahasa Internasional Ini Ternyata Telah Hadir di Indonesia Sejak 1902
  • 0

Terkini

Sport